60 Contoh Babasan atau Ungkapan Sunda Populer dan Artinya
Selamat datang di blog Husni.my.id. Kali ini saya akan berbagi contoh-contoh babasan atau ungkapan Sunda lengkap dengan artinya.
Sebelum itu, saya akan jelaskan dulu sedikit apa itu babasan?

Babasan termasuk salah satu pakeman basa Sunda, dalam bahasa Indonesia disebut juga ungkapan. Arti babasan adalah kecap kantetan (kata majemuk) yang bentuk dan susunan katanya sudah matok (tetap) dan tidak bisa diubah lagi.
Jumlah kata dalam babasan biasanya terdiri atas dua sampai tiga kata. Kalau susunan katanya lebih banyak disebut paribasa atau peribahasa.
Babasan memiliki arti baru (harti injeuman) yang berbeda dengan arti harfiah kata penyusunnya. Secara umum isinya menggambarkan sifat manusia; baik sifat baik maupun buruk.
Jika susunan katanya diubah maka maksudnya pun jadi berubah. Contohnya ungkapan gede hulu (besar kepala) artinya 'sombong'. Jika dibalik menjadi hulu gede (kepala besar) maka artinya jadi 'kepala yang ukurannya besar'.
Meskipun maksud babasan berbeda dengan arti harfiahnya, namun masih ada kaitannya. Maksud yang terkandung dalam babasan merupakan siloka atau silib dari kata-kata penyusunnya.
Selain babasan, yang termasuk pakeman basa antara lain: paribasa, pamali, kila-kila, cacandran, dan uga.
Baca juga: 155 Contoh Paribasa atau Peribahasa Sunda dan Artinya
Pakeman basa artinya susunan kata yang bentuk dan rangkaiannya sudah tetap, tidak bisa diubah lagi, serta mengandung maksud yang berbeda dari arti harfiahnya.
Dalam bahasa Indonesia, pakeman basa disebut juga idiom. Arti yang terkandung dalam pakeman basa disebut arti idiomatik.
Contoh Babasan atau Ungkapan Sunda Populer dan Artinya
Ungkapan bahasa Sunda jumlahnya ada ratusan. Di postingan ini saya akan berbagi ungkapan yang populer atau sering diucapkan dalam percakapan sehari-hari saja.
- Adigung adiguna : sombong.
- Amis budi : someah; ramah.
- Amis daging : jika terluka mudah menyebar.
- Ambon sorangan : mengharapkan sesuatu/ seseorang sementara yang diharapkannya tidak memikirkan.
- Asak sasar : penuh pertimbangan; tidak gegabah.
- Atah anjang : jarang datang berkunjung.
- Awak sasampayan : tubuh ideal, memakai baju apapun kelihatan pantas.
- Awet rajet : awet tapi sering cekcok.
- Babalik pikir : insap, kembali ke jalan yang benar.
- Balik ngaran : meninggal di pertempuran/ pengembaraan.
- Bancang pakewuh : musibah, bahaya.
- Beak dengkak : habis segala upaya.
- Bear budi : ramah.
- Beurat birit : malas susah disuruh.
- Bengkok tikoro : tidak kebagian rejeki.
- Bodo alewoh : bodoh tapi mau bertanya.
- Bodo katotoloyoh : sudah bodoh tidak mau bertanya.
- Bulan alaeun : masa kandungan 9 bulan; waktunya melahirkan.
- Buntut kasiran : pelit.
- Carang takol : jarang bicara; bicara kalau ditanya saja.
- Dedenge tara : mendengar sedikit/sebagian.
- Dibeuweung diutahkeun : dipikir-pikir, dipikir ulang; dipertimbangkan baik buruknya.
- Didingding kelir : disembunyikan (perkataan).
- Teu didingding kelir : tidak disembunyikan; dikatakan apa adanya.
- Disakompet daunkeun: disama ratakan.
- Ditulis tonggong: ditunjuk tanpa ditanya kesanggupan.
- Duduga peryoga : tatakrama; sopan santun.
- Dulang tinande : menunggu keputusan laki-laki.
- Eleh deet : mengalah.
- Epes meer : teu payaan; gampang kalah; mudah menangis.
- Gede hulu : sombong
- Gede hate : besar harapan.
- Getas harupateun : sembrono; gampang marah.
- Gurat batu : bedegong; keputusannya sudah diubah.
- Hampang leungeun : gampang menampar/ memukul.
- Hampang birit : daekan; rajin cepat bergegas kalau disuruh.
- Handap asor : rendah hati; kata-katanya sopan dan sikapnya tidak sombong.
- Handap lanyap : bicara halus tapi menyakitkan.
- Harewos bojong : berbisik tapi kedengaran oleh orang lain.
- Hejo cokor : suka berpindah-pindah tempat, pekerjaan, dll.
- Heureut lengkah : susah berpergian jauh.
- Heuras genggerong : bicaranya keras dan kasar.
- Heuras beuheung : bedegong; bicaranya keras dan kasar.
- Ipis burih : penakut.
- Ipis biwir : mudah menangis.
- Kandel kulit beungeut : tidak punya malu.
- Kandel sisi beungeut : tidak punya malu.
- Kurung batok : kurang wawasan karena jarang bepergian jauh.
- Laer biwir : suka membocorkan rahasia; suka bergosip.
- Laer gado : culametan; suka meminta barang/makanan orang lain.
- Leuleus awak : daekan, rajin kalau disuruh.
- Leutik hate : kecil harapan.
- Miyuni kembang : lucu.
- Ngabuntut bangkong : tidak jelas akhir/ ujungnya; pekerjaan yang menggantung.
- Ngeplek jawer : penakut; kurang nyali.
- Panjang leungeun : suka mengambil barang milik orang lain.
- Pondok lengkah : susah bepergian jauh.
- Panjang lengkah : mudah/ bebas bepergian jauh.
- Teu uyahan : kurang ajar.
- Yuni tai : menyebalkan.
Post a Comment for "60 Contoh Babasan atau Ungkapan Sunda Populer dan Artinya"