Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Belajar Percakapan Bahasa Sunda Sehari-hari yang Mudah dan Cepat

Selamat datang di blog Husni.my.id, Basa Sunda adalah bahasa daerah Jawa Barat. Fungsi utama basa Sunda sama seperti bahasa lainnya, yaitu sebagai alat komunikasi. Jika kamu ingin berkomunikasi dengan orang Sunda memakai bahasa daerahnya, maka kamu harus belajar percakapan bahasa Sunda sehari-hari.

Bahasa Sunda mudah dipelajari oleh siapa saja, baik oleh orang Sunda itu sendiri maupun bukan orang Sunda. 

Dalam melakukan percakapan sehari-hari kamu tidak perlu menggunakan tata bahasa Sunda. Kunci belajar percakapan basa Sunda itu cuma dua, yaitu hafal (menguasai) kosakata dan memahami undak usuk basa.

Belajar Percakapan Bahasa Sunda Sehari-hari yang Mudah dan Cepat

Untuk bukan orang Sunda yang sedang belajar, undak usuk basa pun sementara masih bisa dikesampingkan. Jangan khawatir, orang Sunda pasti akan memahami.

Apalagi kalau kamu mau berkata jujur. Misalnya mengatakan, "Saya baru belajar bahasa Sunda, penguasaan kosakata masih sedikit. Maaf jika kata-kata saya banyak yang keliru atau kasar. Jika kamu tidak keberatan, mohon sekalian bimbing saya belajar".

Itu hanya contoh (jika kamu mau), tidak mengatakan hal itu juga tidak apa-apa.

Dialek basa Sunda baku

Penting untuk diketahui, bahasa Sunda terdiri atas bermacam-macam dialek (basa wewengkon; basa daerah). Setiap dialek memiliki kosakata masing-masing, ada yang sama, mirip, dan ada juga yang berbeda.

Dari sejumlah dialek, yang merupakan bahasa Sunda baku adalah dialek selatan atau dialek Priangan. Dialek selatan meliputi wilayah Bandung dan sekitarnya, Sumedang, Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya.

Kosakata bahasa Sunda baku mestinya dapat dimengerti oleh orang Sunda yang tinggal di Jawa Barat. Alasannya karena bahasa dialek Priangan menjadi mata pelajaran mulok wajib di sekolah-sekolah, mulai SD sampai SMA/sederajat.

Undak usuk basa

Pada bahasa Sunda dialek Priangan dikenal istilah undak usuk basa, yaitu tatakrama dalam bertutur kata. Undak usuk basa mencakup tingkatan bahasa, lentong, dan rengkuh.

Lentong artinya intonasi, tinggi rendahnya nada bicara, atau aksen. Tidak berarti kamu harus mengikuti aksen orang Bandung, tetapi minimal bisa mengatur tinggi rendah nada suara ketika berbicara dengan orang tua atau orang yang kamu hormati.

Rengkuh artinya gestur atau sikap tubuh yang menandakan rasa hormat. Sikap hormat tentunya bukan hanya milik orang Priangan, tetapi sudah ada pada diri masing-masing orang sehingga siapa pun dapat dengan mudah melakukannya.

Tingkatan basa Sunda secara garis besar dibagi atas tiga tingkat, yaitu kasar, loma, dan lemes. Dengan adanya tingkatan bahasa, tidak heran kalau sebuah kata dalam bahasa Sunda banyak sinonimnya.

Bahasa Sunda kasar umumnya digunakan untuk binatang, contohnya nyatu (makan). Kata nyatu tidak dianggap kasar jika ditujukan kepada ayam atau binatang lainnya, meskipun kamu sedang bicara dengan orang tua.

Pa, antosan sakedap abdi badé maraban heula hayam acan nyatu. (Pak tunggu dulu sebentar, saya akan memberi pakan ayam dulu belu makan).

Bahasa Sunda loma biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari antara orang yang sudah akrab. Misalnya antar anggota keluarga, teman sekolah, teman bermain, atau ke sahandapeun.

Sahandapeun artinya orang yang umur atau strata sosialnya di bawah penutur. Contohnya atasan ke bawahan, orangtua ke anak, atau guru ke murid.

Bahasa Sunda lemes biasa dipakai dalam acara formal atau percakapan dengan orang yang dihormati dan dihargai. Contohnya kepada orang tua, guru, orang yang belum kenal, dan ke saluhureun.

Saluhureun artinya umur atau strata sosialnya di atas penutur. Contohnya anak ke orangtua, murid ke guru, santri ke ustadz, atau bawahan ke atasan.

Bahasa lemes dibedakan menjadi dua macam, yaitu basa lemes keur sorangan (bahasa halus untuk sendiri) dan basa lemes keur batur (bahasa halus untuk orang lain). Contohnya: balik, wangsul, dan mulih artinya sama, yakni 'pulang' namun penggunaannya berbeda.

Basa loma: 

Iraha manéh balik ti kota? (Kapan kamu pulang dari kota?).

Basa halus untuk sendiri: 

Abdi badé wangsul heula (Saya mau pulang dulu).

Basa halus untuk orang lain:

Iraha kang mulih ti Bandung? (Kapan bang pulang dari Bandung?)

Penggunaan kata balik, mulih, dan wangsul pada tiga kalimat di atas merupakan contoh bentuk tatakrama atau undak usuk basa.

Undak usuk basa pada basa Sunda dialek Priangan tidak mengikat terhadap dialek lain. Contohnya, kata 'sia' (kamu) di Priangan dianggap kasar, tetapi di Banten kata 'sia' tidaklah kasar.

Memahami perbedaan dialek dapat menghindarkan kesalahpahaman sehingga masing-masing bisa saling menghargai.

Pengucapan vokal é, e, dan eu

Bunyi vokal /é/ pada tulisan latin basa Sunda sama seperti suara vokal pada kata /tempe/ dan /becek/.

Bunyi vokal /e/ seperti suara vokal pada kata /resah/ dan /gelisah/.

Bunyi vokal /eu/ seperti suara vokal pada kata /tipe/ dan /Dayeuh Kolot/.

Kosakata basa Sunda untuk percakapan sehari-hari

Keterangan:

K = kasar
L = loma
H = halus
H1 = halus untuk sendiri
H2 = halus untuk orang lain

Kata ganti

Saya; aku

K: aing, déwék

L : urang, kuring

H : abdi, simkuring (formal)

Anda; kamu

K: sia, silaing

L : manéh

H : anjeun, salira

Dia; beliau

L : manéhna

H : anjeunna, mantenna

Ibu

L : indung

H1 : pun biang (ibuku)

H2 : tuang ibu (ibumu)

Ayah

L : bapa

H1 : pun bapa (ayahku)

H2 : tuang rama (ayahmu)

Abang

L : aa, akang

H1 : aa, akang (formal)

H2 : engkang 

Mbak : tétéh (muda), euceu (berumur)

Paman : emang

Tante : bibi

Adik

L : adi

H1 : pun adi (adikku)

H2 : tuang rayi (adikmu)

Kata penunjuk

Itu : itu

Itu (dekat) : éta

Ini : ieu 

Kata tanya

Apa : naon

Siapa : saha

Bagaimana : kumaha

Kapan : iraha

Di mana : di mana

Mengapa : naha

Kenapa : kunaon

Kosakata warna

Putih : bodas

Hitam : hideung

Merah : beureum

Kuring : konéng

Biru : bulao

Hijau : héjo

Pink : kayas

Kosakata angka/ bilangan

Satu : hiji

Dua : dua

Tiga : tilu

Empat : opat

Lima : lima

Enam : genep

Tujuh : tujuh

Delapan : dalapan

Sembilan : salapan

Sepuluh : sapuluh

Kosakata bahasa Sunda sehari-hari lainnya

Makan

K : nyatu, baranghakan

L : dahar

H :  emam

H1 : neda

H2 : tuang

Minum

L : nginum

H : eueut, ngaleueut

Mau; ingin

L : hayang

H1 : hoyong

H2 : palay

Mungkin

L : meureun

H : panginten

Main

L : ulin

H : ameng

Akan

L : arék, érék, rék

H : badé

Pulang 

L : balik

H1 : wangsul

H2 : mulih

Pergi 

L : miang, indit

H1 : mios

H2 : angkat

Sehat; sembuh

L : cageur

H1 : pangésto, pangestu

H2 : damang

Sakit

L : gering

H1 : udur

H2 : teu damang

Tidak : henteu, teu

Tidak akan : moal

Lama

L : lila

H : lami

Sebentar

L : sakeudeung

H : sakedap

Tunggu, tungguin

L : dagoan, antian

H : antosan

Permisi : punten

Silakan

L : sok

H : mangga

Terima kasih : nuhun, hatur nuhun

Iya (mengiyakan)

L : heug

H : mangga

Tidak mau

L : embung

H : alim

Mau; bersedia

L : daék

H : kersa

Berani

L : wani

H : wantun

Takut : sieun

Cepat

L : gancang; téréh

H : énggal

Keras (tekstur) : teuas

Lembut (tekstur) : hipu

Keras (suara, benturan) : tarik

Pelan; pelan-pelan : laun; lalaunan

Suara

L : sora

H : suanten

Bicara

L : ngomong

H1 : nyanggem

H2 : nyarios

Menulis

L : nulis

H : nyerat

Membaca

L : maca

H : maos

Senyum : imut

Tertawa

L : seuri

H : gumujeng

Bagus

L : alus

H : saé

Jelek

L : butut, goréng

H : awon

Kalah

L : éléh

H : kawon

Menang

L : meunang

H : kenging

Sudah

L : enggeus

H : atos

Gembira

L : bungah; atoh

H : bingah

Duduk

L : diuk

H1 : calik

H2 : linggih

Masuk

L : asup

H : lebet

Keluar : bijil 

Dalam

L : jero

H : lebet

Besar

L : gedé

H : ageung

Kecil

L : leutik

H : alit

Berdiri

L : nangtung

H : tatih, ngadeg

Lari : lumpat

Jalan kaki 

L : leumpang

H : papah, mapah

Cinta : bogoh

Sayang : nyaah

Pacar : kabogoh

Pacaran : bobogohan

Suami

L : salaki

H : caroge

H1 : pun lanceuk (suamiku)

H2 : tuang raka (suamimu)

Istri

L : pamajikan

H1 : pun bojo (istriku)

H2 : tuang garwa (istrimu)

Orang lain 

L : batur

H : nu sanes

Teman

L : babaturan

H : rerencangan

Sahabat : sobat

Sahabat karib : sobat dalit

Untuk

L : keur

H : kanggo

Sedang

L : keur

H : nuju

Oleh : ku

Ke : ka

Malu

L : éra

H : isin

Nama

L : ngaran

H : nami

H1 : wasta

H2 : jenengan

Diam (mulut) : répéh

Diam (badan)

L : cicing

H : calik

Baca juga : Daftar Kosakata Basa Sunda untuk Perkenalan 

Demikianlah, semoga bermanfaat.

Post a Comment for "Belajar Percakapan Bahasa Sunda Sehari-hari yang Mudah dan Cepat"